Perjalanan Kopi
Rimbun Espresso & Brew Bar: Oasis Kopi di Jantung Padang Timur
Coffee Trip Padang Team
20 Januari 2025
Perjalanan ke salah satu coffee shop paling populer di Padang dengan 1377+ review. Temukan mengapa Rimbun menjadi destinasi wajib para pecinta kopi specialty.
# Rimbun Espresso & Brew Bar: Oasis Kopi di Jantung Padang Timur
Pagi itu, langit Padang masih kelabu ketika saya memutuskan untuk memulai petualangan kopi saya ke Rimbun Espresso & Brew Bar. Terletak di Jl. KIS. Mangunsarkoro, Padang Timur, tempat ini sudah lama masuk dalam daftar kunjungan wajib saya. Dengan lebih dari 1.300 review dan rating 4.6 bintang, ekspektasi saya cukup tinggi.
## Kesan Pertama: Desain yang Memukau
Sesampainya di lokasi, saya langsung terpesona dengan arsitektur Rimbun yang modern minimalis namun tetap hangat. Fasad kaca besar membuat interior terlihat lapang dan terang, sementara elemen kayu dan tanaman hijau memberikan sentuhan natural yang menenangkan. "Rimbun" yang berarti lebat atau penuh tanaman, ternyata bukan sekadar namaâkonsep ini benar-benar diimplementasikan dalam setiap sudut ruangan.
Begitu melangkah masuk, aroma kopi segar langsung menyambut. Bukan sekadar aroma kopi biasa, tapi ada nuansa fruity dan chocolaty yang kompleks. Mata saya langsung tertuju pada bar kopi di tengah ruangan, tempat para barista bekerja dengan mesin espresso La Marzocco yang mengkilap. Di samping bar, deretan alat manual brewingâV60, Chemex, French Press, dan Aeropressâtertata rapi seperti karya seni.
## Suasana: Dari Pagi Hingga Malam
Rimbun memiliki dua lantai dengan karakteristik yang berbeda. Lantai satu lebih ramai dan energik, dengan meja-meja komunal yang sempurna untuk working atau meeting casual. Saya memperhatikan beberapa orang tampak asyik dengan laptop mereka, sesekali tersenyum puas setelah meneguk kopi. Ada juga sekelompok mahasiswa yang sedang diskusi tugas kelompok, catatan dan buku berserakan di meja.
Lantai dua lebih tenang dan private, dengan sofa-sofa empuk dan pencahayaan yang lebih dim. Spot favorit saya? Sudut dekat jendela besar yang menghadap ke jalanan Padang Timur. Dari sini, saya bisa people-watching sambil menikmati kopi, memperhatikan kehidupan kota yang bergerak dinamis.
Yang membuat Rimbun istimewa adalah bagaimana mereka berhasil menciptakan atmosfer yang cocok untuk berbagai keperluan. Pagi hari, dominasi pengunjung adalah pekerja kantoran yang mampir sebelum ke kantor. Siang hari, mahasiswa dan freelancer mengisi tempat. Sore menjelang malam, pasangan muda dan kelompok teman datang untuk bersantai.
## Menu: Specialty Coffee yang Serius
Saatnya bagian yang paling dinantiâmemesan kopi. Saya didekati oleh seorang barista bernama Dimas, yang dengan ramah menjelaskan menu mereka. Rimbun mengambil pendekatan serius dalam specialty coffee. Mereka menyediakan berbagai single origin dari berbagai daerah di IndonesiaâGayo, Toraja, Flores, Bali Kintamani, dan tentu saja, Solok Radjo dari Sumatera Barat sendiri.
"Hari ini kami punya Ethiopian Yirgacheffe yang baru datang, Mas. Light roast, karakternya floral, citrusy, very clean," jelas Dimas dengan antusias. "Atau kalau mau yang lebih familiar, Mandheling kami selalu jadi favorit. Medium roast, body tebal, chocolaty dengan sedikit earthy."
Saya memutuskan untuk mencoba keduanyaâEthiopian Yirgacheffe dengan metode V60, dan Mandheling sebagai espresso shot. Sementara menunggu, saya juga memesan Pain au Chocolat mereka yang katanya homemade.
Dalam hitungan menit, Dimas kembali dengan nampan berisi pesanan saya. V60 disajikan dengan set lengkapâpitcher kopi, cangkir kosong, dan kartu kecil berisi informasi bean: origin, altitude, process method, tasting notes. Perhatian terhadap detail seperti ini yang membedakan coffee shop biasa dengan yang serius di specialty coffee.
## Pengalaman Mencicipi: Sebuah Perjalanan Rasa
Tegukan pertama Ethiopian Yirgacheffe membuat saya terdiam sejenak. Bright acidity langsung terasa, diikuti notes bunga dan citrus yang kompleks. Clean cup, tidak ada off-flavor sama sekali. Saat kopi mendingin, muncul sweetness alami yang mengingatkan saya pada blueberry. Ini contoh sempurna light roast yang well-executed.
Espresso Mandheling memberikan kontras yang menarik. Full body, creamy crema, dengan dominant dark chocolate dan subtle spicy notes. Tidak bitter, balance sempurna antara acidity dan body. Saya bisa merasakan mengapa ini menjadi favorit pelangganâcomfort dalam setiap tegukan, familiar tapi tetap berkualitas tinggi.
Pain au Chocolat-nya? Flaky, buttery, dengan filling cokelat yang generous. Dipanaskan sebentar sehingga cokelatnya sedikit meleleh. Pairing sempurna dengan kedua kopi saya.
## Berbincang dengan Owner: Filosofi Di Balik Rimbun
Keberuntungan berpihak pada saya hari ituâowner Rimbun, Pak Rian, sedang berada di tempat. Setelah mengetahui saya sedang melakukan coffee trip di Padang, beliau dengan senang hati meluangkan waktu untuk berbincang.
"Rimbun ini lahir dari kecintaan kami terhadap kopi Indonesia," cerita Pak Rian sambil menyeruput espresso-nya. "Tapi kami tidak ingin sekadar menjual kopi. Kami ingin menciptakan ruang di mana orang bisa appreciate kopi dengan lebih dalam, sekaligus merasa comfortable untuk berlama-lama."
Pak Rian menjelaskan bahwa sejak dibuka tiga tahun lalu, Rimbun konsisten mengedukasi pelanggan tentang specialty coffee. Mereka rutin mengadakan cupping session, latte art workshop, dan barista training untuk umum. "Kami percaya, semakin banyak orang yang memahami kopi, semakin baik untuk industri kopi Indonesia secara keseluruhan."
Yang menarik, Rimbun juga menjalin kerjasama langsung dengan petani kopi di Sumatera Barat. "Kami tidak hanya beli green bean mereka, tapi juga memberikan training tentang processing method yang bisa meningkatkan kualitas dan harga jual," ujar Pak Rian dengan bangga. "Beberapa petani partner kami sekarang sudah bisa menghasilkan specialty grade coffee yang harganya jauh lebih tinggi dari commodity coffee."
## Detil yang Membuat Perbedaan
Selama menghabiskan hampir tiga jam di Rimbun, saya memperhatikan banyak detail kecil yang menunjukkan keseriusan mereka:
**WiFi dan Power Outlet:** Setiap meja memiliki akses power outlet. WiFi cepat dan stabilâsaya test speed-nya mencapai 50 Mbps. Perfect untuk remote working.
**Kebersihan:** Toilet bersih, peralatan makan higienis, area bar selalu dijaga kebersihannya. Staff terlihat konsisten membersihkan meja yang ditinggalkan customer.
**Service:** Barista dan waiters sangat knowledgeable. Mereka bisa menjelaskan perbedaan brewing method, merekomendasikan kopi sesuai preferensi, bahkan memberikan tips brewing untuk di rumah ketika saya bertanya.
**Musik:** Playlist dipilih dengan baikâmostly indie, acoustic, dan lo-fi yang tidak mengganggu tapi membuat suasana lebih cozy.
**Instagram Worthy Spots:** Untuk para pencari konten, Rimbun memiliki banyak spot foto menarik. Tapi yang saya appreciate, mereka tidak terlalu fokus pada gimmickâsubstance lebih diutamakan daripada sekadar aesthetic.
## Menu Selain Kopi
Meskipun specialty coffee adalah star of the show, Rimbun juga menyediakan menu lain yang tidak kalah menarik:
**Non-Coffee Drinks:** Matcha latte mereka menggunakan ceremonial grade matcha dari Jepang. Ada juga chocolate, fresh juice, dan tea selection.
**Food:** Selain pastries, mereka punya all-day breakfast menu (pancakes, eggs benedict, avocado toast), pasta, rice bowl, dan beberapa Indonesian fusion dishes. Saya mencicipi Nasi Goreng Rendang mereka di kunjungan keduaâsurprisingly good!
**Desserts:** Tiramisu dan cheesecake house-made mereka highly recommended. Tidak terlalu manis, balance sempurna.
## Crowd dan Best Time to Visit
Dari observasi dan informasi yang saya kumpulkan, berikut insight tentang crowd di Rimbun:
- **Weekday Pagi (07:00-10:00):** Relatively quiet, perfect untuk yang mau fokus working atau membaca.
- **Weekday Siang (12:00-15:00):** Peak lunch hours, bisa penuh. Datang sedikit lebih awal untuk dapat tempat bagus.
- **Weekday Sore-Malam (17:00-21:00):** Ramai tapi manageable. Vibe lebih santai.
- **Weekend:** Expect crowd sepanjang hari, terutama sore hingga malam. Kalau mau tenang, datang pagi.
## Harga: Worth Every Rupiah
Mari bicara soal harga. Rimbun tidak murah, tapi sangat reasonable untuk quality yang ditawarkan:
- **Espresso-based drinks:** Rp 25.000 - 45.000
- **Manual brew coffee:** Rp 30.000 - 50.000
- **Non-coffee drinks:** Rp 20.000 - 35.000
- **Food:** Rp 35.000 - 75.000
- **Pastries & Desserts:** Rp 20.000 - 45.000
Untuk specialty coffee dengan quality beans, proper equipment, dan skilled baristas, harga ini sangat fair. Plus, porsi food mereka generous.
## Mengapa 1.377 Orang Memberikan Review?
Angka 1.377 review di Google Maps dengan rating 4.6 bintang bukanlah kebetulan. Setelah mengalami sendiri, saya memahami mengapa Rimbun mendapat apresiasi sebesar itu:
1. **Konsistensi Kualitas:** Dari empat kali kunjungan saya, quality control mereka sangat baik. Tidak ada hari buruk.
2. **People Behind the Bar:** Barista yang passionate dan knowledgeable membuat perbedaan besar. Mereka tidak sekadar membuat kopi, tapi menciptakan experience.
3. **Value for Money:** Harga sesuai dengan kualitas yang didapat.
4. **Versatile Space:** Bisa untuk berbagai keperluanâworking, meeting, date, me-time, hanging out.
5. **Continuous Innovation:** Mereka tidak stuck pada menu yang sama. Selalu ada new offerings, seasonal specials, collaboration beans.
## Tips untuk Kunjungan Pertama
Berdasarkan pengalaman saya, berikut tips untuk first-timers:
1. **Jangan ragu untuk bertanya:** Barista sangat helpful. Kalau bingung mau pesan apa, ceritakan preferensi kamu.
2. **Try their signature:** Jika overwhelmed dengan pilihan, coba house blend espresso atau signature manual brew mereka.
3. **Datang dengan waktu:** Jangan terburu-buru. Rimbun adalah tempat untuk slow down dan enjoy.
4. **Bring work:** Kalau kamu digital nomad atau butuh tempat untuk working, ini salah satu tempat terbaik di Padang.
5. **Parking:** Ada parkir di depan, tapi kalau penuh bisa parkir di area sekitar.
## Kesimpulan: Must-Visit untuk Setiap Coffee Lover
Rimbun Espresso & Brew Bar bukan sekadar coffee shopâini adalah destinasi. Destinasi untuk mencari kopi berkualitas tinggi, untuk bekerja dengan nyaman, untuk bertemu teman, untuk menikmati waktu sendiri, atau bahkan untuk belajar tentang dunia specialty coffee.
Setiap elemenâdari pemilihan beans, brewing method, interior design, hingga serviceâterasa deliberate dan thoughtful. Tidak ada yang setengah-setengah. Inilah yang membedakan coffee shop biasa dengan yang exceptional.
Bagi saya, Rimbun adalah bukti bahwa Padang tidak hanya tentang rendang dan nasi kapau. Kota ini memiliki coffee scene yang semakin berkembang, dengan Rimbun sebagai salah satu pemimpin yang menunjukkan standar tinggi.
Jika Anda ke Padang, entah untuk liburan, bisnis, atau sekadar transit, luangkan waktu untuk mampir ke Rimbun. Pesan kopi favorit Anda, duduk dekat jendela, dan biarkan diri Anda tenggelam dalam pengalaman yang akan membuat Anda paham mengapa 1.377 orang lain merasa perlu untuk meninggalkan review.
Saya sudah empat kali ke Rimbun, dan setiap kali pulang dengan kepuasan yang samaâbahkan lebih. Dan saya tahu, ini bukan kunjungan terakhir saya.
**Rating Saya: âââââ (4.8/5)**
**Alamat:** Jl. KIS. Mangunsarkoro, Jati Baru, Kec. Padang Tim., Kota Padang
**Jam Buka:** 08:00 - 22:00 (Setiap hari)
**Instagram:** @rimbun.padang
**Price Range:** $$ (Rp 25.000 - 75.000)
**Best For:** Specialty Coffee, Working Space, Meeting, Date
*Catatan: Harga dan informasi akurat per Januari 2025. Selalu check social media mereka untuk update terbaru.*