Menuju Pilkada Damai Tanpa CAIR

Kombur Dari Kedai Kopinya Mak Jorey di Kota Pematangsiantar

kombur

Bang Gollap : (Tiba-tiba dengan suara keras Bang Gollap datang).Hai teman-teman ngopiyuk.com semuanya, apa kabar? Sudah lama ternyata aku ngak datang ke kedai kopi mak Jorey ini ya”.

Bang Dapot : Bah suara mu itulah Bang gollap keras kali, lama kau tak kelihatan di kedai kopi kita ini, yang kemana ajanya kau selama ini? (Tanya Bang Dapot sambil menurunkan gelas kopi yang baru di sirupnya).

Mak Jorey : Jangan langsung kau tanyai bang gollap itu bang Dapot massam polisi kulihat pertanyaanmu itu, biar dipesan bang gollaplah dulu kopinya, kalau tak ngopikan bisa rugilah awak. (tiba-tiba mak Jorey ngomong sambil membuatkan segelas kopi buat bang Juandi yang sedang patah hati karena belum dapat teman hidup).

Bang Gollap : Ia pulak ya mak Jorey, buatkanlah segelas kopi dulu untukku ya, yang mantap bikin!!

Mak Jorey : Sebenarnya yang kemana ajanya rupanya kau Bang gollap, maka lama ngak kelihatan?( sambil meletakkan kopi pesanan Bang Gollap)

Bang Gollap : itulah Mak Jorey, sibuk kali aku karena mau Pilkada bulan desember ini, aku kan tim sukses calon walikota pasangan tungkik-nengel.

Bang Dapot : bah.. pantaslah rupanya kau ngak pernah nongol lagi ya, sudah sibuk jadi tim sukses rupanya.

Bang payung : bah…berarti cairlah ya Bang gollap!!

Mak Jorey : kaulah memang ya bang Payung, kalau dengar pilkada, langsung cairnya pikiranmu!!

Bang Dapot : maksudmu cair, apanya nya bang payung?

Bang Payung : cair lo Bang Dapot,masa Bang dapot Kagak ngerti sih ( dengan Logat bahasa Jakarta) maksudku, siapa calon walikota yang mau bayar suaraku nanti itulah yang aku pilih. Karena semua calon walikota sekarang ini, satupun tak ku kenal. Padahal ngakunya anak putra daerah, kembali ingin membangun daerah, selama ini kemana mereka, trus harus jadi walikota rupanya untuk membangun daerah kita ini. Seperti sebelumnya, kalau udah jadi walikota, lupanya mereka akan janji-janji kampanyenya. Rakyat kayak kita ini selalunya begini, tanpa ada perubahan.

Bang Dapot : Kadang-kadang betul juga yang kau bilang itu ya bang payung, padahal kalau sudah jadi walikota, ntah apa kerjanya.

Bang Gollap : wah..jangan ngomong gitulah bang payung, kalau calon walikota kita ini tidak begitu, beliau pemimpin yang prorakyat, pemimpin yang membangun ( sambil kampanye, dengan lagak orator ulung)

Bang Duaon : (sambil menutup Laptop Kesayangannya) wah…teman-teman, bagaimanalah kota kita ini bisa maju, kalau untuk memilih pemimpinnya pun kita berdasarkan siapa yang bayar. Kalau kita mau kota kesayangan kita ini lebih baik dan lebih maju, ayo kita benar-benar memilih walikota kita dengan melihat sosok dan kinerjanya selama ini, kalau ngak kita yang memulai siapa lagi, karena kita harus bersama-sama dengan pemimpin yang mau bekerjalah bisa memajukan kota kesayangan kita ini,begitulah menurut saya teman-teman ( dengan Pidato yang berkobar-kobar, sampai lupa sejenakan dengan codingnya).

Bang Gollap : nah..udah dengarkan bang payung?

Bang Dapot : ia..bah, kalau begitu ayo kita ramai-ramaikan pilkada damai tanpa money politic Supaya kota kita semakin maju, dengan pemimpin yang jujur, bekerja membangun kota kita ini.

Bang payung : ialah..kalau begitu akupun ngak mau lagi memilih calon walikota yang hanya bermodalkan uang untuk menjadi walikota.

Mak Jorey : ya..ya…ya…tapi kopinya ngak aci ngutang ya !!!!! ( sambil Bersungut sungut, karena keseringan ngutang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>